Emergence Agitation Pascaoperatif pada Pasien Anak yang Menjalani Anestesia Umum Inhalasi di RSUPN Cipto Mangunkusumo: Kajian terhadap Angka Kejadian dan Faktor-faktor yang Memengaruhi

Andi Ade Wijaya, Christopher Kapuangan, Betardi Aktara

  • Journal Manager MACC
Keywords: Anestesia inhalasi, emergence agitation, pascaoperatif, pediatrik

Abstract

Emergence agitation (EA) selama periode pemulihan anestesia umum merupakan masalah yang sering ditemukan pada pasien anak. Etiologi EA pada pasien anak belum sepenuhnya diketahui, faktor-faktor risiko yang dianggap memengaruhi terjadinya EA diantaranya usia prasekolah, penggunaan gas anestesia modern, kemampuan adaptasi yang rendah, dan kehadiran orangtua selama proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka kejadian dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya EA pada pasien anak yang menjalani anestesia umum inhalasi di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Tujuh puluh delapan anak berusia 2–12 tahun dengan status fisik ASA I, II, dan III dimasukan dalam penelitian observasional ini. Perilaku anak selama induksi anestesia dinilai berdasarkan nilai pediatric anesthesia behavior (PAB). Di ruang pemulihan kejadian EA dinilai berdasarkan skala Aono pada saat pasien tiba (T0), setelah 5 menit (T5), 15 menit (T15) dan 30 menit (T30). Angka kejadian EA pada pasien anak yang menjalani anestesia inhalasi di RSUPN Cipto Mangunkusumo mencapai 39,7%. Angka kejadian EA lebih tinggi pada pasien dengan usia 2–5 tahun yang memiliki nilai PAB 2 atau 3. Midazolam, jenis gas anestesia, dan keberadaan orangtua selama pemulihan tidak berhubungan dengan kejadian EA. Usia dan perilaku anak selama induksi anestesia memiliki hubungan yang kuat terhadap terjadinya EA pada pasien anak yang menjalani anestesia inhalasi di RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-02-28
Section
Articles