Stenosis Trakea yang diakibatkan oleh Trakeostomi
Fahmi Attaufany, Yussy Afriani Dewi, Dindi Samiadi, Agung Dinasti Permana, Nurakbar Aroeman
Abstract
Stenosis trakea merupakan keadaan dimana terjadi penyempitan dari diameter trakea. Dapat terjadi secara kongenital atau didapat. Sekitar 90% diakibatkan trauma: internal (intubasi lama, trakeostomi, dan lain-lain), dan sebagian kecil karena trauma eksterna (trauma tumpul ataupun trauma penetrasi). Angka kejadian stenosis trakea sekitar 4%–13% pada dewasa dan 1%–8% pada neonatus. Di Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Januari 2012 ̶ Agustus 2013 ditemukan sebanyak lima kasus. Sebuah kasus seorang laki-laki usia 27 tahun dengan keluhan sesak napas kemudian dilakukan pemeriksaan bronkoskopi fleksibel dan ditemukan stenosis trakea derajat II (Myer-Cotton) yang dikarenakan trakeostomi sebelumnya. Dilakukan trakeostomi yang dilanjutkan dengan pemasangan pipa endotracheal lalu dilakukan observasi. Pencabutan pipa endotrakeal dilakukan setelah dua tahun yang diikuti penutupan stoma.









