Menyeimbangkan Efisiensi dan Keselamatan: Re-evaluasi Intubasi Tanpa Pelumpuh Otot pada Operasi Berdurasi Singkat

  • Riyadh Firdaus Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Keywords: Emergence, Propofol, Remifentanil, Stabilitas hemodinamik

Abstract

Praktik anestesi modern dituntut untuk mempercepat alur kerja kamar operasi pada prosedur singkat seperti ekstraksi gigi impaksi. Penggunaan rutin pelumpuh otot berisiko menunda pemulihan akibat efek sisa blokade neuromuskular, sementara alternatif seperti sugammadex terkendala biaya. Sebagai solusi, kombinasi propofol dan remifentanil tanpa pelumpuh otot mulai dieksplorasi. Evaluasi ini mengulas bukti klinis dari studi retrospektif terhadap 43 pasien yang menjalani prosedur pencabutan gigi. Kombinasi remifentanil (rerata 3,08 µg/kg) dan propofol (2,06 mg/kg) memberikan kondisi intubasi adekuat dengan durasi emergence yang sangat cepat, yaitu rerata 5,88 menit. Sebanyak 65,1% subjek melewati fase pasca-intubasi tanpa komplikasi berarti. Meski efisien, teknik ini mengorbankan stabilitas hemodinamik; tercatat adanya penurunan denyut jantung sebesar 16%, tekanan darah sistolik 20%, dan diastolik 26%. Selain itu, ditemukan insiden batuk atau pergerakan tubuh pasien sebesar 27,9%. Intubasi tanpa pelumpuh otot merupakan opsi yang logis, praktis, dan efisien untuk pasien muda berisiko rendah (ASA I atau II) pada operasi minor singkat. Namun, klinisi harus tetap berhati-hati karena risiko kolaps hemodinamik tetap mengintai. Bagi populasi rentan seperti pasien geriatri, obesitas morbid, atau dengan penyulit vaskular, penggunaan pelumpuh otot berdurasi singkat tetap menjadi pilihan paling aman demi menjaga keselamatan pasien.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-06-30
Section
Editorial