Hubungan Skor FORREST dengan Mortalitas Pasien Kritis Non-Trauma di IGD RS PKU Muhammadiyah Gamping

  • Fasshan Alivio Susatiyo Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Indonesia
  • Ardi Pramono Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Indonesia
  • Adang Muhammad Gugun Departemen Patologi Klinik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Indonesia
Keywords: Anemia, gangguan pernapasan, pasien kritis, pemberian vasoaktif, skor FORREST

Abstract

Pendahuluan: Kematian pasien kritis non-trauma di Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih tinggi, terutama pada sepsis, syok, dan henti jantung, sehingga diperlukan prediktor mortalitas yang cepat dan mudah digunakan. Skor Futile for Resuscitation (FORREST), khususnya versi tiga variabel yang meliputi anemia, gangguan napas, dan penggunaan vasoaktif, dinilai praktis dengan kemampuan prediksi yang baik. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan skor FORREST tiga variabel dengan mortalitas 24 jam pada pasien kritis non-trauma di IGD RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional retrospektif analitik. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Sumber data penelitian berupa data sekunder dari rekam medis. Subjek penelitian adalah 170 pasien RS PKU Muhammadiyah Gamping yang berusia lebih dari 17 tahun. Skor FORREST dikategorikan tinggi apabila ≥4 dan rendah apabila <4. Variabel anemia, gangguan napas, dan penggunaan vasoaktif ditentukan berdasarkan data klinis dan rekam medis pasien pada fase awal perawatan di IGD. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p<0,05.
Hasil: Dari 170 subjek penelitian, mayoritas merupakan pasien usia lanjut, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki skor FORREST rendah. Mortalitas 24 jam terjadi pada 33 pasien (19,4%). Hasil analisis Chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara skor FORREST dengan mortalitas pasien (p=0,003). Pasien dengan skor FORREST tinggi memiliki odds mortalitas 3,126 kali dibandingkan pasien dengan skor FORREST rendah.
Simpulan: Skor FORREST tiga variabel berhubungan secara signifikan dengan mortalitas pasien kritis non-trauma di IGD dan berpotensi digunakan sebagai alat stratifikasi risiko awal.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-06-30
Section
Articles