Kombinasi Remifentanil dan Propofol tanpa Pelumpuh Otot untuk Intubasi pada Prosedur Pencabutan Gigi: Studi Retrospektif
Abstract
Pendahuluan: Intubasi pada anestesi umum rutin menggunakan obat pelumpuh otot, namun penggunaannya dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperpanjang durasi emergence, sehingga kurang sesuai untuk operasi singkat seperti pencabutan gigi. Kombinasi remifentanil dan propofol tanpa pelumpuh otot dapat memberikan kondisi intubasi yang baik dengan waktu kerja yang singkat. Tujuan penelitian ini untuk memperlihatkan durasi emergence anestesi umum dari kombinasi remifentanil dan propofol tanpa pelumpuh otot untuk prosedur pencabutan gigi, perubahan hemodinamik, dan komplikasi yang menyertai.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional retrospektif dengan pendekatan pre post test untuk mengevaluasi parameter hemodinamik pada 43 pasien yang menjalani pencabutan gigi di RS Tk II Iskandar Muda, Banda Aceh, periode Juni 2024 – Februari 2025.
Hasil: Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan (67,4%) dengan rerata usia 26,8 tahun. Dosis rerata remifentanil dan propofol adalah 3,08 ± 0,19 µg/kg dan 2,06 ± 0,13 mg/kg. Terdapat perubahan hemodinamik yang bermakna sebelum dan sesudah intubasi (p < 0,001) dengan penurunan denyut jantung sebesar -16% ± 15%, sistolik −20% ± 15%, dan diastolik −26% ± 27%. Durasi emergence anestesi tercatat selama rata-rata 5,88 ± 2,7 menit dengan durasi anestesi dan pembedahan masing-masing 29,65 ± 7,9 dan 14,86 ± 4,6 menit. Tidak ada komplikasi pada 65,1% pasien.
Simpulan: Kombinasi remifentanil dan propofol menghasilkan durasi emergence singkat, yakni 5 menit dengan penurunan hemodinamik yang signifikan pada rentang 15-26% dari pra-anestesi. Mayoritas pasien tidak mengalami komplikasi pascaintubasi dan komplikasi yang terjadi umumnya ringan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Hendy Armanda Zaintama, Hafizh Arief, Grace Widyarani, Elisa Purwaendah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





