Erector Spinae Plane Block (ESPB) pada pasien Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) dengan Komorbiditas
Abstract
Pendahuluan : Penggunaan erector spinae plane block (ESPB) sebagai bagian dari analgesia multimodal pada pasien berisiko tinggi yang menjalani minimally invasive cardiac surgery (MICS) masih jarang dilaporkan. Bukti mengenai keamanan dan efektivitas ESPB pada pasien geriatri dengan komorbiditas kompleks, termasuk penyakit arteri koroner tiga pembuluh, diabetes melitus tipe 2, dan acute kidney injury (AKI), masih terbatas. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyoroti peran ESPB sebagai teknik analgesia regional pada kelompok pasien tersebut.
Deskripsi kasus : Laki-laki berusia 76 tahun datang dengan keluhan nyeri dada hilang timbul selama satu tahun. Pemeriksaan angiografi koroner menunjukkan stenosis berat pada left main, left anterior descending, dan right coronary artery, serta oklusi total pada left circumflex artery, sehingga ditegakkan diagnosis penyakit arteri koroner tiga pembuluh dengan keterlibatan left main. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 selama lebih dari 25 tahun, disertai gangguan fungsi ginjal dengan kreatinin serum 1,87 mg/dL dan estimasi laju filtrasi glomerulus 34,15 mL/menit/1,73 m². Pasien menjalani MICS-CABG dua graft. Anestesi umum dilakukan menggunakan double-lumen tube sisi kiri, didahului dengan ESPB unilateral pada tingkat torakal T4–T5 dengan panduan ultrasonografi. Pascaoperasi, pasien dirawat di unit perawatan intensif dengan durasi ventilasi mekanik kurang dari enam jam dan memperoleh analgesia berupa morfin infus kontinu serta parasetamol intravena. Penilaian nyeri menunjukkan skor behavioral pain scale (BPS) 3/12 sebelum ekstubasi dan numeric rating scale (NRS) 0–1/10 dua jam setelah ekstubasi, tanpa gangguan respirasi maupun hemodinamik bermakna.
Simpulan : ESPB merupakan teknik analgesia regional yang aman dan efektif pada pasien geriatri dengan komorbid yang menjalani MICS serta berpotensi menurunkan kebutuhan opioid dan mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Downloads
Copyright (c) 2026 Erwinsyah, I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Cynthia Dewi Sinardja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





