Hubungan Intensitas Fisioterapi Respirasi dengan Lama Pemakaian Ventilator Mekanik Pada Pasien ICU Dewasa: Tinjauan Sistematik
Abstract
Fisioterapi respirasi berperan penting dalam pemulihan pasien ICU dengan ventilasi mekanik, namun pengaruh intensitas terhadap lama pemakaian ventilator masih belum jelas akibat kurangnya perhatian pada aspek dosis-respons. Tinjauan sistematik ini bertujuan menilai hubungan intensitas fisioterapi respirasi dengan lama pemakaian ventilator mekanik pada pasien dewasa di ICU.
Tinjauan disusun mengikuti PRISMA 2020 dengan penelusuran literatur pada PubMed, ScienceDirect,
dan Europe PMC. Studi yang diinklusi adalah RCT dan uji klinis pada pasien dewasa ventilasi mekanik invasif di ICU dengan intervensi fisioterapi respirasi yang melaporkan informasi intensitas (frekuensi, durasi, atau dosis) dan luaran berupa lama ventilasi dan/atau ventilator-free days. Risiko bias dinilai menggunakan Cochrane RoB 2 dan NOS. Empat RCT memenuhi kriteria inklusi. Highintensity inspiratory muscle training (IMT) sekali sehari meningkatkan kualitas hidup namun tidak memengaruhi durasi ventilasi. Fisioterapi pada pasien COVID-19 meningkatkan kelangsungan hidup 90 hari tanpa memperbaiki ventilator-free days. Continuous high-frequency oscillation 3–4 sesi/hari menurunkan jaringan paru non-aerasi dan meningkatkan ventilator-free days. Threshold IMT intensif memperpendek weaning days dibanding fisioterapi konvensional. Tinjauan literatur ini menemukan bahwa intensitas fisioterapi respirasi berhubungan dengan lama pemakaian ventilator mekanik. Pemberian intensitas yang lebih tinggi (≥3 sesi/hari atau threshold loading) cenderung memperpendek durasi weaning dan meningkatkan ventilator-free days dibandingkan intensitas rendah. Diperlukan uji klinis multisenter dengan definisi intensitas terstandar untuk menetapkan dosis optimal.
Downloads
Copyright (c) 2026 Aisyah Mulya Zhafirah, Agustina Br Haloho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.





